Saat ini di jejaring sosial ramai mengenai kasus
pengeroyokan terhadap seorang anggota Jak
Indramayu. Pihak Jakmania menuduh pelakunya
adalah dari oknum bobotoh, padahal ini faktanya:
1. Pengeroyokan murni dilakukan oleh geng motor/
begal,
2. Wilayah Indramayu memang terkenal dengan
aksi geng motor dan begal nya, seperti di wilayah
Segeran-Karangampel-Krangkeng, Jatibarang
Lama-Slaur dan beberapa daerah lain di
Indramayu Barat.
Tuduhan tidak berdasar memang kerap dilakukan
oleh pihak lawan untuk memojokan bobotoh,
seperti kasus:
1. Pelemparan Bus pemain Persija di jalur
Tenggarong-Samarinda, padahal pelaku
merupakan suporter lokal tuan rumah,
2. Kasus bentrokan Jakmania di Cikampek,
padahal fakta sebenarnya Jakmania berkonfontrasi
dengan aparat yang memukul mundur mereka agar
tidak memasuki wilayah Bandung.
Yang unik sedikit udik, mereka ramai-ramai
mengadu di dunia maya, seolah bobotoh lah yang
menjadi tertuduhnya.
Ya mungkin mereka ingin cari perhatian dan
berharap kembali menjadi rival. Padahal kelas kita
dan mereka sudah berbeda.
Berbagai isu murahan ditiupkan, seperti:
1. Kasus tunggakan listrik mess Persib. Padahal
tidak ada hubungannya dengan manajemen dan
tim Persib. Hal itu murni kelalaian Dispora Kota
Bandung dalam pembayaran tagihan listrik. Jika
kembali berkaca, kasus tunggakan listrik yang
hanya 2 juta dengan kasus tunggakan gaji yang
nyaris mencapai 2 milyar, coba mereka sama-
samakan. Padahal jelas beda keleesss...
2. Kekalahan Persib 0-4 dari Hanoi yang menjadi
bahan gunjingan terhangat dengan hastagnya
EnjoyH4n0i. Padahal mereka tidak berkaca, mereka
pun dibantai oleh tim cadangan Gamba Osaka 0-4.
Kita pun bisa berhastag Enjoy0s4ka. -lol-
Ya sudahlah,, mereka kan suporter baru kemarin.
Berdiri tahun 1997 tapi baru muncul ke permukaan
tahun 2000. Itupun semenjak tim Pelita Jaya
berpindah kandang.
Sekedar info saja, jika pendiri-pendiri Jakmania
merupakan alumni dari suporter Pelita Jaya yaitu
The Commandos, yang merasa kebingungan
setelah Pelita Jaya diusir dari Jakarta, harus
mendukung tim yang mana lagi. Pilihan terakhir ya
Persija. Padahal ketika Pelita Jaya berjaya, Persija
tidak ada apa-apanya.
Demikian sekhilaf info
Jumat, 13 Februari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar