Pemain senior Persib Firman Utina memandang jika tertundanya jadwal Liga Indonesia (LI) tentu sangat membuat surut semangat motivasi pemain. Dalam wawancaranya Jumat (10/4) sore pasca latihan ia menuturkan pemain tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa patuh pada pengelola liga.
“Lagi enak pemain menghadapi situasi pertandingan, konsentrasi ke pertandingan tiba-tiba ada kabar liga diberhentikan sejenak karena ada masalah, kami pemain hanya mengikuti apa yang diinstruksikan,” ungkap Firman kepada simamaung.com.
PT. LI memutuskan untuk memberhentikan pertandingan yang digelar selama 12 sampai 25 April mendatang. Hal tersebut karena pertimbangan menunggu keputusan hasil kongres luar biasa di tanggal 18 April, terkait polemik PSSI dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Malah menurut kabar terakhir, Liga dihentikan oleh PT Liga sampai waktu yang belum ditentukan.
Lebih lanjut Firman mengungkapkan, polemik yang terjadi di tubuh sepak bola Indonesia saat ini, jangan sampai menghalangi ekspresi pemain profesional. Pemain bernomor punggung 15 ini tidak ingin kobaran semangat bertanding dan menjunjung fair play para pelaku sepak bola terhalangi akan polemik ini.
“Bagi kami yang penting jangan menghalangi ekspresi kami untuk bermain, untuk membutikan bahwa sepak bola Indonesia ini bisa berjalan dengan baik, bisa mendapatkan bibit-bibit yang baik untuk tim nasional,” tuturnya.
Pemain yang juga langganan timnas Indonesia ini pun mengaku tidak ingin perihal labilnya jadwal kompetisi domestik mempengaruhi program timnas. Kompetisi dalam negeri dianggap sebagai persiapan para pemain guna dipanggil oleh negaranya. Lalu, jangan melupakan TC timnas yang harus dijajal sejak dini dan matang.
“Saya takut, jangan sampai keganggu ke program timnas. Karena situasi ini, FIFA enggak mau tahu. Kalau jadwal harus sperti ini, timnas bakal sulit dapat waktu persiapan kan,” ujarnya mengkritisi.
Pemain asal Manado ini pun menambahkan, sungguh sangat prihatin melihat para pemain muda yang sudah masuk di klub profesional. Jika tidak berkompetisi pemain tersebut bakal sulit mendapatkan pengalaman dan berdampak pada timnas Indonesia sendiri.
“Kalau pemain tidak berkompetisi, gimana dia bisa mempersiapkan diri dia dari teknik pengalaman bermain,” pungkasnya.

0 komentar:
Posting Komentar