Ads 468x60px

Sabtu, 04 April 2015

Insiden Mati Lampu, Nil Maizar Merasa Dicederai

FOTO-PERSIB-BANDUNG-vs-semen-padang-QNBL-2015-SIM_5830
Pelatih Semen Padang Nil Maizar mengaku kecewa berat dengan Panpel pertandingan Persib. Lampu stadion padam membuat laga sempat tertunda dua kali, masing masing di jeda babak dua, dan di 3 menit sebelum pertandingan usai. Kick off pembuka, QNB League, juara bertahan Persib menekuk Semen Padang 1-0 di Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung, Sabtu (4/4).
“Panitia kayaknya kurang siap. Sayang pertandingan berjalan seru tapi dicederai dengan situasi ini. Ini harusnya tidak boleh,” ungkapnya.
Jelang pertandingan dihentikan, Semen padang memang sedang gencar-gencarnya berusaha menyamakan kedudukan. Nil memasukkan beberapa pemain yang bertipe lebih menyerang macam Hendra Adi Bayau, Vendri Mofu dan Rudi.
“Sebagai pelatih kecewa, pemain sedang on fire di stop ya tidak enak. Pemain ada peluang untuk buat gol, tapi kita tidak bisa apa-apa. Harusnya berjalan normal,” katanya.
Sebenarnya pertandingan bisa saja ditunda dan digelar esok hari. Namun kubu Semen Padang menolaknya dengan alasan mepet menuju laga selanjutnya menghadapi Sriwijaya FC, Selasa (7/3). Hari Minggu besok, Kabau Sirah dijadwalkan langsung bertolak ke Palembang. Kondisi ini tentu membuat Nil serasa dicederai Panpel.
“Tadi diskusi dengan manajer untuk nunggu besok pagi. (Ditunda) Besok kita harus sudah pergi ke Palembang. Disitu saya merasa dicederai. Panitia minta maaf ya sudah, asal pemain bisa fight di lapangan,” tuturnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates